RSS

Selamat Jalan

04 Feb

Mungkin ini untuk pertama kalinya aku benar-benar menangis mendengar kabar duka. Temanku dipanggil Allah SWT. Aku menangis bukan sepenuhnya karena merasa kehilangan, lebih karena aku iri. Ya, aku iri pada orang yang sudah tidak ada lagi di dunia.

Hari ini, aku membuka akun facebook yang telah lama terbengkalai. Tujuanku adalah untuk mengikuti perkembangan rencana ‘pemberontakan’ rekan-rekan kerjaku. Begitu kubuka, notifikasi pesan yang ditinggalkan guru SMA-ku di grup membuatku penasaran. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang salah satu kawanku yang juga adik kelasku di SMA, Denny Adrian, karena sakit.

Aku mengetahui sakitnya hampir setahun lalu. Tumor otak. Saat itu dia dioperasi di RSCM. Sebelum kabar itu, kami beberapa kali chatting. Membahas kuliah, membahas pekerjaan, membahas sahabatnya dan dia bahkan mengingatkan aku ketika aku lupa dan lalai. Aku kira setelah operasi dia telah benar-benar sembuh. Memang, tak pernah ada lagi kabar dirinya. Akun facebook-ku kubiarkan tak terjamah.

Maka, ketika membaca kabar kepergiannya aku sedikit terkejut. Reaksi awalku hanya berduka dan turut mendoakan dirinya dan keluarga. Namun, aku melihat sahabatnya meninggalkan pesan bahwa Denny akan selalu menjadi sahabatnya. Aku teringat bagaimana mereka berdua terlihat seperti anak kembar, memiliki satu ide dalam dua jiwa. dan yang membuatku iri, aku melihat pesan-pesan doa dari teman-teman yang lain. Bahkan dari adik-adik kelas yang tidak mengenalnya.

Ya Allah, mampukah aku seperti itu? Mampukah aku dikenang dan didoakan orang-orang, seperti dia? Apa yang akan terjadi padaku nanti jika aku mati? Aku bahkan tak yakin siapa sahabatku. Ya Allah, aku bahkan tak tahu aku dekat dengan siapa. Ya Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ijinkanlah hamba-Mu ini dekat pada-Mu dan memberi rahmat dan kebaikan bagi hamba-Mu yang lain. Ijinkanlah hamba memelihara dan meningkatkan nikmat iman dan islam ini sampai hamba menghadap-Mu.

Untuk kawanku Denny, terima kasih. Bahkan setelah kau meninggalkan kami, kau masih mengingatkanku pada Allah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menerima amal ibadahmu. Selamat jalan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 4, 2013 in curcol

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: